Kitab-kitab tafsir yang dikaji dalam buku ini merupakan karya-karya penting yang mewakili lintasan sejarah tafsir, mulai dari tafsir awal seperti karya Muqātil bin Sulaymān, hingga tafsir-tafsir besar seperti Jāmi‘ al-Bayān karya Ibnu Jarir ath-Ṭabari, Tafsir al-Qurṭubi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Ālūsī, dan Tafsir al-Marāghī. Para mufassir tersebut memiliki latar belakang keilmuan, corak, dan pendekatan yang beragam, namun justru di situlah letak kekayaan tradisi tafsir Islam. Melalui analisis terhadap karya-karya mereka, pembaca akan menemukan bahwa perbedaan corak tidak berarti lepas dari kaidah, melainkan penerapan kaidah yang disesuaikan dengan konteks dan tujuan penafsiran.
Secara metodologis, buku ini menggunakan pendekatan analitis-deskriptif yang sederhana dan mudah diikuti. Setiap pembahasan diawali dengan pengenalan singkat terhadap mufassir dan kitab tafsirnya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan contoh-contoh penafsiran ayat tertentu. Contoh-contoh tersebut dianalisis dengan cara membandingkan hasil penafsiran mufassir dengan kaidah-kaidah tafsir yang dirumuskan oleh para ulama dalam berbagai kitab. Dengan cara ini, pembaca dapat melihat secara langsung hubungan antara teori kaidah tafsir dan praktik penafsiran tanpa harus memiliki latar belakang akademik yang mendalam.
Penyajian dalam buku ini sengaja diupayakan menggunakan bahasa yang komunikatif dan penjelasan yang bertahap agar dapat diakses oleh pembaca umum, guru, dai, santri, maupun mahasiswa. Buku ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami Al-Qur’an secara lebih bertanggung jawab dan terarah. Harapannya, pembaca tidak sekadar mengetahui apa itu kaidah tafsir, tetapi juga mampu mengenali penerapannya ketika membaca kitab-kitab tafsir.
Penggunaan Kaidah Tafsir dalam Kitab Kitab Tafsir
Original price was: Rp200.000.Rp150.000Current price is: Rp150.000.
+ Free ShippingTulisan yang ada di buku ini mengulas sejumlah karya tafsir penting yang merepresentasikan perjalanan panjang tradisi penafsiran Al-Qur’an, mulai dari karya awal Muqātil bin Sulaymān hingga kitab-kitab besar seperti Jāmi‘ al-Bayān, Tafsīr al-Qurṭubī, Tafsīr Ibnu Katsir, Rūḥ al-Ma‘ānī, dan Tafsīr al-Marāghī. Keberagaman latar belakang keilmuan para mufassir melahirkan variasi corak dan pendekatan, namun perbedaan itu tetap berada dalam bingkai kaidah tafsir yang sama, hanya penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan masing-masing penafsiran.
Dari sisi metode, buku ini memakai pola analitis-deskriptif. Pembahasan dimulai dengan pengenalan tokoh dan karakter kitabnya, lalu disertai contoh penafsiran ayat yang kemudian ditimbang dengan prinsip-prinsip tafsir yang telah dirumuskan para ulama. Model ini membantu pembaca melihat keterkaitan antara teori dan praktik secara langsung, bahkan tanpa prasyarat akademik yang rumit.
Bahasanya dirancang komunikatif dan bertahap sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Tujuan akhirnya adalah menuntun pembaca agar tidak hanya memahami konsep kaidah tafsir secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali bagaimana kaidah tersebut bekerja ketika berhadapan dengan literatur tafsir.





Reviews
There are no reviews yet.